Tulisan ini pernah dimuat di harian surabaya post tanggal 28 Desember 2001.
© 2001. N. Adhi W. All rights reserved.
Get funky, get surprise! Dapatkan VW Kodok full Modif dan hadiah kejutan lainnya…
Maunya sih
begitu. Mengumpulkan database pelanggan yang belanja di Exsport Station dengan
cara menerbitkan VIP Card yang berfungsi sebagai diskon kalau kita belanja dan
juga berlaku sebagai kartu diskon.
Pola yang dilakukan sebenarnya merupakan basis dari CRM - Customer Relationship Management. Setiap pelanggan yang belanja ditawarkan VIP Card dengan dua pilihan, cuma berlaku di Exsport Station saja atau yang di-link dengan Ovis dan berlaku di banyak tempat yang bekerja sama dengan Ovis.
Kenapa CRM?
CRM atau Customer
Relationship Management sampai saat ini belum mempunyai definisi baku, dan
memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Terlebih lagi, definisi CRM akan
terus berubah sepanjang waktu. Tetapi satu hal yang pasti, CRM dapat
dikelompokkan menjadi 3 kelompok yang membuat CRM menjadi penting, yaitu:
· CRM Menjadi Standar dalam
Customer Service
Customer
service adalah dasar dari terciptanya sebuah usaha,
apabila Anda tidak memahami pelanggan Anda dan memperlakukan mereka sebagaima
mestinya maka usaha Anda tidak akan berjalan secara optimal. Pelayanan
pelanggan mempunyai dua sisi yaitu:
1. Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan
2. pelayanan yang dapat memberikan kepuasan pada pelanggan ketika
masalah mereka dapat diatasi.
Ketika orang berpikir mengenai "customer
service", mereka cenderung pada hal yang kedua. Ini adalah saat dimana
para "customer service representative" mulai berperan. Mereka
dibentuk untuk membantu pelanggan menangani masalah mereka.
· CRM Memperluas Layanan
Customer Service dengan Cara Menjalin Hubungan Jangka Panjang dengan Pelanggan
Saat ini pelanggan sudah semakin maju dan
canggih, dan juga rewel tentunya. Mereka hanya mau barang yang sesuai dengan
kepribadian mereka. Tidak sama dengan orang lain yang tinggal di wilayah yang
sama dengan mereka, dan perusahaan harus memenuhi keinginan mereka. Dengan
melakukan hal ini, mental dan pola pikir perusahaan sudah berubah dari sekedar
"melayani pelanggan" menjadi “menjalin hubungan dengan pelanggan.
· CRM Berfungsi untuk
Mengelola Hubungan dengan Pelanggan
Bagaimana sebuah bisnis mengelola hubungannya dengan pelanggan? Perusahaan memerlukan perangkat untuk memahami setiap pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kuncinya adalah mengumpulkan dan menganalisa data untuk mencari pola yang menjadi alasan pelanggan dalam mengambil keputusan pembelian.
Implementasi CRM
Bayangkan
apabila Anda adalah seseorang yang sering mengunjungi sebuah tempat, katakanlah
Exsport Station, karena itu Anda mendapat atau disarankan untuk membuat VIP
Card karena memberikan benefit bagi para pelanggan, baik berupa diskon maupun
point yang diundi untuk mendapatkan hadiah kejutan di akhir periode tertentu.
Dengan menerbitkan VIP Card ataupun kartu sejenis yang menyatakan bahwa Anda merupakan pelanggan dari sebuah tempat, maka sebenarnya sebuah usaha itu menjanjikan pada konsumen bahwa konsumen tersebut akan dikenal (customer recognition) dan tentunya dihargai (customer appreciation) oleh perusahaan tersebut. Dan sebagai konsumen Anda tentunya akan mengharapkan perusahaan membuktikan apa yang telah mereka janjikan pada Anda.
Tetapi pada
kenyataannya, VIP Card itu seperti yang dikatakan banyak orang, over promise
under deliver. Mungkin perusahaan hanya siap dalam menerbitkan kartu
pelanggan dan data collecting, tetapi dalam hal melayani pelanggan,
pelayanan yang diberikan untuk pelanggan yang punya dan tidak punya VIP Card
boleh dibilang sama saja, paling-paling juga cuma diskon, dan itupun kurang
berfungsi karena pelanggan harus meminta pada pelayan atau kasir untuk
mendapatkan diskon, gengsi dong... Jadi VIP Card mungkin hanya sekedar
mengumpulkan database pelanggan secara demografi, sebagaimana yang data yang
harus diisikan dalam formulir pendaftaran.
Padahal CRM
dalam format kartu pelanggan itu sangat powerful apabila kita bisa
memanfaatkannya secara optimal. Kita bisa mengklasifikasikan pelanggan
berdasarkan kombinasi dari kriteria frekuensi pemakaian kartu dan rata-rata
jumlah uang yang dibelanjakan. Kemudian memberikan layanan yang sesuai untuk
setiap kelompok pelanggan, karena kita punya data mengenai pembelian yang
dilakukan oleh pelanggan. Sehingga kita tidak perlu bersusah payah untuk
melayani sebaik mungkin pelanggan yang jarang berkunjung dan pelit alias
belanjanya cuma sedikit.
Coba
bayangkan, misalnya saya dan teman-teman makan di Exsport Station. Terus karena
teman saya punya VIP Card dia meminta bill pada pelayan yang kemudian
membawa jumlah tagihan. Lalu teman saya itu meminta diskon karena dia memiliki
VIP Card, tetapi pelayan bilang tidak bisa karena data penjualan sudah masuk
dalam komputer. Teman saya langsung kecewa dan pas di dalam mobil dia bilang
pada saya bahwa tidak mau lagi berkunjung ke Exsport Station. Dengan begitu
Exsport Station kehilangan satu orang pelanggan tetap dan lebih banyak lagi
pelanggan potensial hanya karena kasus ini. Padahal apa sih susahnya merubah
data dalam komputer di kasir demi kepuasan pelanggan?
Kalau saja
pihak Exsport Station baik karyawan maupun manajemennya suka belanja atau
mungkin cukup jalan-jalan saja ke Matahari dept. store yang memberlakukan pola
CRM dengan Matahari Club Card-nya, mungkin mereka bisa meniru Matahari. Sebelum
pelanggan membayar, pelanggan ditanya terlebih dahulu oleh kasir, “punya MCC nggak?”
Dari situ
Exsport Station bisa sedikit memodifikasi apa yang dilakukan oleh Matahari.
Cukup melatih kasir dan para pelayan untuk bertanya pada pelanggan yang makan
atau belanja sebelum bill atau struk pembayaran keluar, “punya VIP Card nggak?”
Hal yang
sederhana tetapi bisa memberikan hasil yang luar biasa…
