Pain Is Temporary, Glory Is Forever

Pada suatu ketika ada seorang anak muda bernama Bima mencari rahasia kesuksesan. Kemudian dia pergi ke wilayah pegunungan untuk menemui orang bijak yang tinggal di atas gunung. Ketika dia bertemu dengan orang bijak tersebut di pondoknya, dia bertanya, ”Hai orang bijak, dapatkan Anda memberitahu saya rahasia untuk sukses di dalam kehidupan ini”

Orang bijak tersebut terdiam untuk beberapa saat. Kemudian orang bijak tersebut mengajak Bima pergi ke sungai dan mencoba untuk menyeberanginya. Mereka tetap berjalan sampai kepala Bima mulai berada di bawah permukaan air. Karena tidak bisa berenang, Bima harus berjuang untuk membuat kepalanya berada di atas permukaan air sehingga dia bisa bernafas. Yang membuatnya heran, orang bijak tersebut tidak mencoba untuk menolongnya, malah orang bijak itu menahan kepala Bima agar tetap berada di dalam air.

Setelah beberapa menit orang bijak itu menarik Bima keluar dari sungai dan berjalan kembali menuju kediamannya orang bijak. Di kediamannya, orang bijak tersebut menanyakan hal apa yang paling diinginkan oleh Bima ketika dia berada di bawah air.

”Tentu saja hal yang paling saya ingin adalah bernafas!” jawab Bima dengan nada tinggi karena dia merasa dipermainkan.

”Anak muda, kalau kamu punya keinginan yang sangat kuat seperti keinginan kamu untuk bernafas tadi, maka kamu sudah menemukan rahasia sebenarnya dari sebuah kesuksesan,” jawab orang bijak tersebut dengan tenang.

Cerita tentang Bima yang mencari rahasia kesuksesan tersebut berhubungan dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh salah seorang peserta di kelas yang saya fasilitasi. Peserta tersebut bertanya, ”bagaimana agar materi yang saya pelajari ini dapat meningkatkan taraf keberhasilan saya”

Sama seperti orang bijak tersebut, jawaban saya cukup sederhana, ”selama anda punya keinginan yang kuat untuk menerapkan hal yang anda pelajari selama mengikuti kelas pelatihan ini, maka Anda akan berhasil dalam mencapai tujuan Anda.”

Yang jadi masalah, bagaimana agar kita bisa menciptakan keinginan yang kuat atau biasa disebut dengan istilah burning desire

Menurut Stephen R. Covey, pada dasarnya, manusia memiliki 4 kebutuhan yang paling mendasar dalam hidupnya. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan untuk bertahan hidup (to live), kebutuhan untuk mencintai dan dicintai (to love), kebutuhan untuk belajar (to learn), dan kebutuhan untuk meninggalkan warisan (to leave a legacy).

Agar burning desire tersebut tetap ada di dalam diri kita, maka kita memerlukan api yang terus menerus menyala di dalam diri kita alias the fire within. Bisa dibilang, empat kebutuhan dasar manusia tersebut adalah the fire within, karena kalau kita selalu mengkaitkan cita-cita atau keinginan kita dengan orang lain dan mengubungkannya dengan empat kebutuhan dasar manusia tersebut, maka api tersebut akan terus menyala.

Misalnya kita ingin berhasil dalam bisnis yang kita jalani, maka kita harus bisa mengaitkan empat kebutuhan manusia tersebut dengan dengan bisnis kita.

Kita harus menyadari bahwa pelanggan kita pun punya 4 kebutuhan dasar. Dan dengan berdasarkan pengetahuan kita tentang pelanggan kita, maka kita bisa menentukan sisi mana dari keempat kebutuhan dasar manusia yang ada dalam diri pelanggan yang menjadi fokus utama kita dalam melayani mereka.

Karena itu, kita harus mencari tahu manfaat utama dari bisnis kita untuk para pelanggan, dan menggunakannya untuk meningkatkan taraf kehidupan para pelanggan. Apabila kita sudah menemukannya, maka api di dalam diri kita akan terus menyala dan membuat kita selalu memiliki keinginan yang membara.

Pain is temporary - Glory is forever

© 2006. Nugroho Adhi W. All rights reserved.