© 2006. N. Adhi W. All rights reserved.
Ketika dilahirkan, Budiman mendapatkan hadiah yang sangat berharga dari Tuhan. Hadiah tersebut akan memberi peran yang sangat menentukan dalam perjalanan hidup Budiman yang kalau diabaikan atau tidak digunakan sama sekali oleh Budiman kemungkinan besar akan membuatnya menjadi orang yang tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.
Hadiah pertama yang diberikan adalah Kebebasan untuk Memilih. Dengan hadiah pertama ini Budiman menyadari bahwa keadaan dia sekarang ini adalah hasil dari keputusan yang dia buat sehingga dia mampu menentukan arah dan tujuan hidupnya, karena dia dapat membuat alternatif pilihan berdasarkan nilai-nilai yang dia anut. Dan kemampuannya untuk memilih arah dan tujuan hidupnya membuat dirinya mampu mendefinisikan ulang dirinya sendiri, mengubah masa depannya, dan juga mempengaruhi lingkungan sekitarnya.
Hadiah kedua adalah Prinsip dan Hukum Alam yang memandu Budiman agar dia menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan. Prinsip-prinsip seperti kejujuran, integritas, dan mau menolong orang lain bersifat universal karena tidak dibatasi oleh wilayah dan budaya, dan juga tidak mengenal waktu karena tidak pernah berubah sepanjang masa. Hukum alam memberikan kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensinya masing-masing. Sederhananya, ketika Budiman melakukan sebuah kebaikan, maka dia akan menerima kebaikan, dan sebaliknya. Dengan menggunakan Prinsip dan Hukum Alam sebagai jangkar dari nilai-nilai yang dianutnya, maka Budiman sudah memulai satu langkah untuk menentukan tujuan hidupnya.
Hadiah terakhir adalah 4 Macam Kecerdasan yaitu Kecerdasan Intelektual (IQ) yang merupakan kemampuan untuk menganalisa, berpikir secara abstrak, berbicara, dan melakukan visualisasi; Kecerdasan Fisik (PQ) yang merupakan kemampuan untuk memelihara badan dengan cara melakukan latihan fisik, makan secara sehat dan teratur serta mendapatkan cukup istirahat; Kecerdasan Emosional (EQ) yang merupakan kemampuan untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan dengan orang lain; dan Kecerdasan Spiritual (SQ) yang merupakan inti dan komitmen dari Budiman terhadap nilai-nilai yang dia anut.
Dengan memanfaatkan ketiga hadiah tersebut, Budiman kini memiliki dua pilihan dalam tujuan hidupnya, menjadi seorang yang hebat atau medioker (orang yang biasa-biasa saja).
Untuk menjadi seorang yang medioker, Budiman cukup mengabaikan atau tidak memanfaatkan hadiah yang dia peroleh yang pada akhirnya akan memasung potensi yang dia miliki. Untuk menjadi seorang yang Great Budiman harus memanfaatkan ketiga hadiah tersebut untuk menemukan suara hatinya yang pada akhirnya akan melepaskan semua potensi yang dia miliki.
Kalau saya bilang bahwa hadiah tersebut tidak hanya diterima oleh Budiman, tetapi diterima oleh kita semua, apa yang akan Anda lakukan untuk menjadi seorang yang hebat?